Rabu, 09 Januari 2013

ciptakan perdamaian

Dihadapan realitas-realitas demikian, menciptakan perdamaian merupakan tugas mendesak. Membangun perdamaian itu bukanlah suatu utopia, bukan juga cita-cita yang tidak dapat dicapai, bukan mimpi yang tidak bisa direalisasikan. Perdamaian itu mungkin. Karena itu, membangun perdamaian adalah kewajiban kita, tanggung jawab utama kita. Damai itu tidak hanya diinginkan tapi diciptakan. Damai tidak hanya tindakan simbolis, berhenti pada piagam atau kovenan, undang-undang. John F. Kennedy mengatakan bahwa “ damai itu tidak hanya berhenti pada piagam atau kovenan. Ia terletak pada hati dan pikiran semua orang. Jadi, mari kita, tidak meletakan semua harapan pada dokumen semata. Mari kita berjuang membangun perdamaian, sebuah keinginan damai, hasrat bekerja bagi perdamaian di dalam hati dan pikiran semua masyarakat kita. Saya percaya kita bisa. Saya percaya bahwa masalah-masalah menyangkut nasib manusia tidak berada diluar jangkauan manusia.”
Membangun perdamaian melibatkan serangkaian pendekatan, proses, tingkatan yang diperlukan untuk transformasi berkelanjutan, relasi yang penuh damai, dan bentuk dan struktur ketatapemerintahan. Menciptakan perdamaian termasuk membangun hukum dan institusi HAM yang adil dan pemerintahan yang efektif. Singkatnya, membangun perdamaian memerlukan transformasi relasional dan struktural.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.