Dihadapan realitas-realitas demikian, menciptakan perdamaian merupakan tugas mendesak. Membangun
perdamaian itu bukanlah suatu utopia, bukan juga cita-cita yang tidak
dapat dicapai, bukan mimpi yang tidak bisa direalisasikan. Perdamaian
itu mungkin. Karena itu, membangun perdamaian adalah kewajiban kita,
tanggung jawab utama kita. Damai itu tidak hanya diinginkan
tapi diciptakan. Damai tidak hanya tindakan simbolis, berhenti pada
piagam atau kovenan, undang-undang. John F. Kennedy mengatakan bahwa “
damai itu tidak hanya berhenti pada piagam atau kovenan. Ia terletak
pada hati dan pikiran semua orang. Jadi, mari kita, tidak meletakan
semua harapan pada dokumen semata. Mari kita berjuang membangun
perdamaian, sebuah keinginan damai, hasrat bekerja bagi perdamaian di
dalam hati dan pikiran semua masyarakat kita. Saya percaya kita bisa.
Saya percaya bahwa masalah-masalah menyangkut nasib manusia tidak berada
diluar jangkauan manusia.”
Membangun
perdamaian melibatkan serangkaian pendekatan, proses, tingkatan yang
diperlukan untuk transformasi berkelanjutan, relasi yang penuh damai,
dan bentuk dan struktur ketatapemerintahan. Menciptakan perdamaian
termasuk membangun hukum dan institusi HAM yang adil dan
pemerintahan yang efektif. Singkatnya, membangun perdamaian memerlukan
transformasi relasional dan struktural.

0 komentar:
Posting Komentar